Di Telkomsel Mereka Menjarah Mesin Pendingin

Pencuri di Bekasi sudah melampaui batas-batas aksinya. Kalau sebelumnya mereka lebih sering melakukan pencurian di sejumlah kompleks perumahan warga, pertokoan, dan di jalan raya, kini merambah ke kantor-kantor pelayanan umum.

Selain PT Telkom STO Cibitung yang kecurian CPU komputer dua kali dalam 10 hari terakhir, nasib serupa juga menimpa kantor pemancar PT Telkomsel, Desa Cibatu, RT 09/5, Cikarang.

Menurut keterangan satpam PT Telkomsel Cibatu, M. Ridwan, 26 tahun, pencurian yang terjadi pada Kamis (6/2) itu mengakibatkan dua air conditioner 2 PK merek Daikin senilai Rp 15 juta. Untuk melakukan aksinya, pencuri membobol tembok kantor. Kemudian, pencuri yang sampai saat sekarang tak kunjung diketahui identitasnya itu, belum ditangkap polisi. “Padahal, kasusnya sudah dilaporkan,” kata Ridwan.

Memang, kata dia, nilai AC yang dicuri tidak begitu besar. Namun, masuknya pencuri ke area kantor pemancar PT Telkomsel sudah menunjukkan kondisi mengkhawatirkan. “Bisa saja, tanpa disengaja, pencuri itu merusak fasilitas telekomunikasi,” ujarnya. Karenanya, dia meminta kepada aparat keamanan agar melindungi perusahaan penyedia fasilitas untuk kepentingan umum. ali anwar

May 30, 2008 at 9:20 pm Leave a comment

Kalbe Kembangkan CSR Terpadu

Minggu, 17 September 2006
Perusahaan farmasi PT Kalbe Farma terus mengembangkan program Community Social Responsibility (CSR) yang memadukan 3 pilar penting yaitu pendidikan, kesehatan dan sarana. Untuk mewujudkannya, program SCR Terpadu yang bertajuk “Kalbe Berbagi” itu dilakukan dengan merenovasi Puskesmas sekaligus mengaktifkan Posyandu-nya.

“Melalui CSR Terpadu ini, impian masyarakat untuk hidup sehat dan sejahtera bisa terwujud,” kata Presdir PT Kalbe Farma Tbk, Johannes Setijono saat melakukan peletakan batu pertama untuk renovasi gedung Puskesmas di desa Cibatu, Cikarang, Bekasi, Rabu (13/9).
Tak hanya itu, bantuan yang diberikan lewat program “Kalbe Berbagi” itu juga diberikan ke sejumlah Posyandu yang ada di lingkungan Puskesmas Cibatu, guna menghidupkan kembali kegiatan Posyandu, yang dengan terpaksa ditutup karena kekurangan biaya operasional.
“Saya pernah dengar, Posyandu yang sangat berguna untuk memantau tumbuh kembang balita di tingkat RW dengan terpaksa tutup karena sukarelawannya tidak memiliki dana lagi untuk menyelenggarakan kegiatan itu. Mengingat pentingnya Posyandu, kenapa kita tidak saling bahu membahu menggiatkan kembali kegiatan itu,” ujarnya.
Johannes Setijono menjelaskan, program Kalbe Berbagi adalah suatu wadah kegiatan sosial masyarakat (CSR) yang dibentuk oleh PT Kalbe Farma Tbk dengan mengakomodasi 3-pilar penting yaitu Pendidikan, Kesehatan dan Sarana. Dengan memfokuskan diri pada ketiga kegiatan tersebut, segala bentuk kegiatan sosial Kalbe akan lebih terarah, bisa dinikmati masyarakat.
“Pendidikan memainkan penting untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Karena lewat pendidikan, seseorang bisa menjadi cerdas dan bekal untuk bisa bersaing di dunia kerja. Tetapi pendidikan saja tidak berarti tanpa kesehatan. Karena tubuh yang sehat pun menjadi bekal utama untuk bersaing di dunia kerja. Karena itulah, CSR kami fokuskan pada dua bidang itu ditambah perbaikan sarana yang menjadi dasar bagi pelaksanaan program,” ucap Johannes Setijono.
Desa Cibatu yang masuk wilayah Cikarang hanya berjarak kurang dari 20 km dari Jakarta. Desa itu memiliki jumlah penduduk 2.446 KK atau 7.818 jiwa masuk kategori kelas bawah. Seperti lazimnya wilayah Indonesia pada umumnya fasilitas kesehatan masyarakat didaerah ini, tidak terjamah oleh petugas Dinas Kesehatan.
Pemeriksaan kesehatan masyarakat hanya dilakukan di Posyandu yang tersebar di 9 titik lokasi menempati rumah-rumah warga termasuk rumah camat yang diselenggarakan satu bulan sekali.
“Sudah saatnya kita kembali pada konsep seperti disaat Puskesmas dan Posyandu mulai diperkenalkan yaitu sebagai pusat kesehatan dan pos layanan kesehatan terpadu bagi masyarakat kalangan bawah,” kata Johannes Setijono.
Ditambahkan, renovasi Puskesmas Pembantu Cikarang dan aktivasi posyandu meliputi pembangunan kembali, pengadaan fasilitas pemeriksaan kesehatan dan obat-obatan yang dikoordinasi oleh Dinas Kesehatan kabupaten Bekasi. Dalam acara itu digelar pula kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan pemeriksaan tuberkulosis (TB) untuk masyarakat sekitar dan 500 murid dari Sekolah Dasar yang dibangun oleh Kalbe Farma.
H Tenny Wishramwan, pejabat Bupati Bekasi mengatakan, kondisi Puskesmas yang ada di wilayahnya sebanyak 20 persen dari 50 Puskesmas Pembantu yang ada, dalam keadaan rusak. Oleh sebab itu, pihaknya meminta kalangan perusahaan, terutama yang ada di sekitar Bekasi untuk ikut peduli.
“Pemerintah sangat menghargai campur tangan pihak swasta dalam mempercepat proses perbaikan tingkat kondisi kesehatan masyarakat dan hubungan yang harmonis seperti itu harus terpelihara,” kata Tenny Wishramwan. (Tri Wahyuni)sumber

May 30, 2008 at 8:47 pm Leave a comment

SWASTA BANTU RENOVASI PUSKESMAS DI DESA CIBATU CIKARANG

Jakarta, 19/11/2007 (Kominfo Newsroom) – Pelayanan kesehatan bagi warga masyarakat di Puskesmas Cibatu Cikarang Bekasi, Jabar, yang lokasinya berdekatan dengan kawasan industri telah dilengkapi dengan klinik kesehatan bagi ibu dan anak.

“Layanan kesehatan Puskesmas selain bertarif murah ini sekarang dilengkapi dengan fasilitas kesehatan yang cukup memadai, sehingga pelayanan yang diberikan tak jauh berbeda dengan klinik berobat swasta,” kata Kepala Puskesmas Cibatu,dr Hendrik di Cikarang, Senin, (19/11).

Hendrik mengatakan, layanan puskesmas selama ini sering dianggap tidak nyaman dan kurang didukung fasilitas kesehatan memadai karena diperuntukan bagi masyarakat kecil.

“Penambahan ruang klinik ibu dan anak di Puskemas kami diperoleh dari PT Kalbe Farma dan PT Bintang Toedjoe yang merupakan bagian program corporate social responsibility (CSR),” katanya.

Sementara itu, CSR Head PT Kalbe Farma mengatakan, Shinta Deviyanti menjelaskan klinik kesehatan ibu dan anak di Puskesmas Cibatu tersebut dirancang untuk memberikan suasana nyaman, bersih dan dilengkapi dengan aneka permainan agar anak yang berkunjung merasa senang.

Pembangunan Puskesmas Cibatu tersebut sebenarnya telah dilakukan sejak tahun lalu. Pada tahap pertama, dilakukan renovasi Puskesmas. Lalu, pada tahap kedua, pembangunan diperluas dengan menambah ruang klinik untuk ibu dan anak.

“Setelah melihat kembali fasilitas kesehatan yang dibangun sebelumnya, kami merasa ada yang kurang sehingga renovasi tahap kedua dilakukan selama setengah tahun terakhir ini. Saya senang karena fasilitas kesehatan ini bisa dinikmati ibu dan anak yang ada di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran PT Bintang Toedjoe, Hokiono menambahkan, pihaknya akan terus membantu masyarakat dalam bidang kesehatan. Selain membantu renovasi puskesmas, melakukan memiliki sejumlah kegiatan sosial.(sumber)

November 19, 2007 at 9:23 pm Leave a comment

Pilkada Bekasi – Rakyat Apatis, tetapi Masih Menaruh Harapan kepada Kepala Daerah

(Kompas) – Suasana di tempat pemungutan suara atau TPS 09 Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (11/3) tampak santai.

Panitia Pemungutan Suara menunggu pemilih datang satu per satu. Namun, yang datang hanya sedikit. Dari 610 pemilih pemilih terdaftar, hanya 133 orang yang datang untuk menggunakan hak pilihnya.

Selepas pukul 13.00, panitia mengumpulkan saksi. \”Di sini kertas suara yang digunakan hanya 133 lembar. Masih ada 477 kertas suara lagi yang masih bersih. Sesuai peraturan, kertas suara ini harus diberi tanda silang,\” kata Ketua TPS 09, Eddy Sumartono. Lalu kertas-kertas suara itu pun ditandai silang.

Seorang yang hadir bergumam, \”Betul-betul pemborosan. Kertas suara dibuang sia-sia. Mengapa begitu banyak yang tidak datang ke TPS?\”

TPS itu berlokasi di Sekolah Karya Iman di Lippo Cikarang, Bekasi. Di sekolah itu berdiri tiga TPS, tetapi pemilih yang datang ke TPS itu rata-rata kurang dari 30 persen.

Mengapa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bekasi ini kurang mendapat respons masyarakat? Eddy berpendapat sosialisasi kepada masyarakat mengenai pilkada masih kurang. Selain itu, data pemilih pilkada masih mengacu pada data pemilih pada Pemilihan Presiden 2004. Alhasil, banyak data yang tidak sesuai. Dampaknya, banyak warga Lippo Cikarang yang sebenarnya sudah datang ke TPS terpaksa pulang gigit jari karena nama mereka tidak tercantum dalam daftar pemilih.

B Kurniawan Sulistya (29), misalnya. Warga Jalan Pinus Hijau Tengah itu pindah ke Lippo Cikarang Juni 2006. \”Saya mendapatkan KTP Cikarang pada September 2006. Seharusnya nama saya ada dalam daftar pemilih. Tapi setelah dicek, tidak nongol. Saya pikir, dengan KTP ini saya boleh mencoblos, ternyata tidak juga,\” katanya.

Hal senada dikatakan Suharno (29), warga Meadow Green, Lippo Cikarang. Nama Suharno dan istrinya juga tidak muncul dalam daftar pemilih tetap. Di TPS 08, sedikitnya 20 warga kecewa karena nama mereka tak tercantum sebagai pemilih. \”Heran, kami sudah antusias hendak memilih, malah nama tak ada,\” katanya kecewa.

Ketua TPS 10 Wong Liong Tje mengatakan, sedikitnya warga yang datang ke TPS karena banyak data tidak akurat. Hal senada disampaikan Ketua TPS 11 Taman Dago Permai, Marino. Perpindahan penduduk di Lippo Cikarang sangat cepat. Karena itu, data tahun 2004 saat pemilihan presiden sudah berbeda dengan data tahun 2007.

\”Banyak kasus mirip yang terjadi di kompleks perumahan. Pihak desa menggunakan data lama yang sudah tidak akurat lagi. Bagaimana mungkin data tahun 2004 tetap dipakai pada pilkada tahun 2007? Misalkan anak saya pada tiga tahun lalu berusia 15 tahun, artinya pada pilkada ini namanya tak terdaftar,\” katanya.

Tenggat yang sangat mepet juga menyebabkan banyak undangan datang ke TPS untuk mengikuti pilkada tidak sampai ke orang yang bersangkutan.

Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPRR) Jeirry Sumampouw, Minggu sore, mengatakan beberapa temuan JPRR dalam Pilkada Bekasi, antara lain tingkat partisipasi pemilih di bawah 50 persen dan data pemilih sangat buruk karena menggunakan data tahun 2004. \”Bahkan ada beberapa TPS yang masih menggunakan daftar pemilih sementara,\” kata Jeirry.

Guru besar ilmu administrasi negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Eko Prasojo, berpendapat rendahnya tingkat partisipasi pemilih dalam pilkada disebabkan dua hal. \”Pertama, sikap apatis dan apolitis masyarakat terhadap pilkada. Sebab masyarakat tidak yakin pilkada akan membawa perubahan. Kedua, pendataan pemilih tidak akurat. Sistem data kependudukan yang ada sangat memungkinkan warga tidak tercatat sebagai pemilih,\” katanya.

Ingin lebih baik

Kendati banyak warga yang memilih tidak mencoblos, sebagian warga masih tetap berharap bupati baru bisa membawa perubahan untuk Bekasi. Sebagian warga yang kecewa karena tidak bisa ikut mencoblos pun masih tetap menaruh harapan perubahan menjadi lebih baik.

Suharno, misalnya, tetap bersemangat berbicara soal figur bupati Bekasi yang pas. \”Dia harus punya perhatian serius pada sektor kesehatan, pendidikan, dan tenaga kerja,\” kata karyawan perusahaan di Jababeka itu.

Warga Lippo Cikarang seperti Suharno yang tidak apatis menyikapi Pilkada Bekasi ini sebetulnya cukup banyak. Esther (35) misalnya. Warga Bougenville Permai itu datang bersama ibunya, Ny Sariyani (70).

\”Saya dan ibu saya memang harus datang ke TPS ini. Sebagai warga negara yang baik, kita harus ikut pilkada karena ini demi masyarakat Bekasi juga. Kami tidak asal pilih. Kami baca informasi di Kompas dulu,\” kata Esther, karyawati perusahaan elektronik di kawasan East Jakarta Industrial Park (EJIP).

Martha (19), warga Jalan Gunung Rinjani, datang ke TPS 11 di Taman Dago sebagai pemilih pertama. \”Saya ingin Bekasi menjadi lebih baik,\” kata mahasiswi Tarakanita Jakarta yang datang bersama kakaknya.

Di daerah Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi, Rohaya (54), Minggu siang, sibuk memanen padi di sawah yang disewa dari seorang pengusaha asal Jakarta. Peluh meleleh di sekujur tubuhnya karena tersengat matahari sejak pukul 08.00 hingga lepas tengah hari. Tak jauh dari Rohaya, suaminya, Taram (57), memunguti gabah yang tercecer.

Suami istri itu masih menaruh harapan pula kepada bupati terpilih. \”Kami mohon agar sawah di daerah ini jangan dijadikan perumahan atau kawasan industri. Ini satu-satunya tempat kami menyambung hidup,\” kata Rohaya. (nel)sumber

March 12, 2007 at 8:55 pm Leave a comment

Peresmian Puskesmas Cibatu

Puskesmas yang telah berdiri sejak tahun 2006 ini pada tanggal 12 Nopember 2007 diresmikan penggu­naanya dan telah ditingkat­kan statusnya dari Puskesmas Pembantu menjadi Puskes­mas. Kegiatan pembang­unan dan peresmian Puskes­mas ini merupakan bantuan PT. Kalbe Farma Tbk dalam melaksa­nakan Community Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat Desa Cibatu.

Dalam kesempatan peres­mian ini PT Kalbe Farma Tbk juga memberikan bantuan berupa alat-alat dan sarana klinik kesehatan Ibu & Anak ini dimaksudkan untuk lebih mengoptimalkan peran Pus­kesmas Cibatu dalam mem­berikan pelayanan kepada masyarakat sekitar, yang saat ini belum memiliki peralatan yang diperlukan. Adapun bantuan sarana Klinik Kese­hatan Ibu & Anak ini, antara lain berupa meja partus lengkap, lemari obat, tabung O2 dan meja instrumen kaca.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT. Kalbe Farma yang telah memberikan ban­tuan kepada Puskemas Ciba­tu, dan tentunya kami juga bertekad akan memberikan pelayanan yang prima untuk masyarakat,” ungkap Dr. Hendriks Kepala Puskesmas Cibatu.

Sementara, Sinta Officer CSR PT Kalbe Farma Tbk meng­ungkapkan, kami ber­komitmen untuk terus melak­sanakan Community Social Responsibility dalam bentuk bantuan untuk bidang pen­didikan, kesehatan dan sara­na. Kami tidak bisa nilai bera­pa nominalnya dalam pem­bangunan ini yang jelas kita bisa membantu puskesmas ini agar bisa beroperasional dengan baik. Disela-sela acara ini masyarakat juga dihibur oleh artis penyannyi dan bintang sinetron Desi Ratna Sari yang memba­wakan lagu ” Tenda Biru”. (im)

November 26, 2006 at 8:31 pm Leave a comment

Kalbe Berbagi di Desa Cibatu

Kalbe.co.id – Sudah sejak awal sebenarnya kegiatan-kegiatan sosial kepada masyarakat dilaksanakan oleh Kalbe Farma. Namun semenjak hal ini dibakukan dan menjadi salah satu syarat/kewajiban bagi perusahaan terbuka (go public), maka acara-acara ini dilaksanakan secara terbuka. Kegiatan yang lebih dikenal dengan nama CSR (Coorporate Social Responsibility) atau kegiatan sosial kepada masyakat dimasukkan ke dalam satu program yang disebut dengan Kalbe Berbagi. Bertepatan dengan perayaan Ulang Tahun ke-40, aktivitas Kalbe Berbagi dipusatkan di Desa Cibatu Kecamatan Lemahabang Kabupaten Bekasi, 7 September 2006.

CSR Kalbe Farma
Menurut Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Bpk Johannes Setiyono dalam temu pers, pada prinsipnya CSR Kalbe Farma itu ada dua bentuk. Bentuk pertama adalah yang berhubungan dengan produk seperti membersihkan dan mengecat WC-WC Umum (Neo Entrostop), Pemberian Beasiswa (Cerebrofort), Promag Mulia, dll. Bentuk kedua adalah CSR yang dilakukan tanpa ada hubungannya dengan produk. Salah satu contoh CSR jenis terakhir ini adalah acara yang dilakukan hari ini di desa Cibatu.

Pelbagai aktivitas

Aktivitas yang dipusatkan di Desa Cibatu, Kamis 7 September 2006, terdiri dari:

  • Merenovasi Puskesmas Pembantu Desa Cibatu
    Secara simbolik kegiatan ini diawali dengan pembukaan tirai papan berisi design Puskesmas Pembantu yang baru dan penurunan genteng. Hal ini dilakukan oleh Bupati Kepala Daerah Kabupaten Bekasi Bpk. H. Tenny Wishramwan bersama Bpk Johannes Setiono. (klik gambar untuk perbesar)
  • Membantu Posyandu Desa Cibatu
    Secara simbolik dilakukan penyerahan beberapa alat seperti jacket, timbangan dll., dari Direktris Kalbe, Ibu Ira Setiady kepada Ketua PKK, Ibu Hj Cicah Tenny Wishramwan
  • Pengobatan cuma-cuma
    Pengobatan cuma-cuma dilakukan kepada sekitar 500 penduduk desa Cibatu berlokasi di Balai Desa Cibatu.
  • Pemeriksaan fisik murid-murid SD Cibatu
    Dilakukan pemeriksaan kesehatan umum terhadap 277 murid-murid SD desa Cibatu, bertempat di SD yang dibangun PT Kalbe Farma 2 tahun yang lalu.
    Aktivitas lain yang juga berlangsung di SD ini adalah: Lomba Mewarnai (siswa kelas 1, 2 dan 3) dan Story Telling (siswa kelas 4, 5 dan 6)

Sambutan Bupati Bekasi, Bp H. Tenny Wishramwan

Dalam sambutannya, Bupati Bekasi menyebutkan bahwa aktivitas ini merupakan salah satu bukti konkrit dari partisipasi perusahaan-perusahaan yang berlokasi di Kabupaten Bekasi. Dengan adanya bantuan ini, berarti beban APBD berkurang.
Seperti diketahui saat ini di Kabupaten Bekasi, telah diterapkan pengobatan gratis bagi penduduk yang mau berobat di Puskesmas.

Alangkah indahnya jika, 10% saja dari 2080 pengusaha yang berlokasi di Kabupaten Bekasi melakukan hal ini, harap Bupati Bekasi yang baru menjabat 4 bulan ini.

Sebagai data tambahan dijelaskan bahwa jumlah Puskesmas = 34 dan Puskesmas Pembantu ada 50. Setidaknya 20% dari puskesmas pembantu itu perlu direnovasi.

Siapa berikutnya?

September 7, 2006 at 1:57 pm Leave a comment

Tragedi

Rabu 16 Agustus 2006, Jam: 6:47:00
BEKASI (Pos Kota)-Anggota aparat Perlindungan Masyarakat (Linmas) Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, tewas dikeroyok lima lelaki saat melerai keributan di tempat hiburan malam Kampung Bangkuang, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa (15/8) dinihari.

Raim Sumantri alias Eagle, 35 tahun, warga Kampung Bangkuang RT 07/04 Desa Cibatu, Cikarang Selatan, menemui ajal dengan kondisi mengenaskan. Ia tewas akibat menderita luka tusuk di dada, punggung, dan perut. Pelaku yang diperkirakan berjumlah 5 orang, melarikan diri dan kini diburu petugas Polsek Cikarang.

Keterangan yang dihimpun Pos Kota, malam itu pukul 00:00, lima lelaki terlihat pesta minuman keras di Kafe Embun Pagi. “Mereka belum bayar tapi sudah pergi,” ujar Akbar, pengunjung.

Karena tidak mau bayar minuman, beberapa keamanan kafe meminta kelima lelaki tersebut membayarnya. Kemudian terjadi pertengkaran dan berakhir saling adu jotos.

Raim, yang memang saat itu berada di tengah-tengah pertikaian, mencoba melerai dan keributan pun berhasil dibubarkan. Beberapa pengunjung kafe melanjutkan acaranya dan kelima pemuda tadi pergi.

DITIKAM DARI BELAKANG
Setelah suasana reda, Raim pun kembali melanjutkan kegiatan ronda malamnya. Pukul 02:00, saat ayah Suryani, 13, ini duduk di sekitar lokasi Kafe Dasima, beberapa lelaki menyerbunya dan seorang di antaranya menusuk punggung suami dari Fatimah, 30, yang sedang hamil 5 bulan. Korban tewas bersimbah darah di lokasi kejadian. Petugas Polsek Cikarang membawa mayat Raim ke RSCM untuk diotopsi.

CONTOH LINMAS
Camat Cikarang Selatan, Roni Harjanto, mengutus Mantri Polisi (MP) ke rumah duka dan ia mengatakan kalau korban adalan contoh anggota Linmas yang baik. “Dia berani tampil di saat ada keributan,” kata Roni.

Menyinggung maraknya kafe liar di Cibatu, Roni mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya koordinasi dengan Muspika untuk mencari solusi yang baik

August 16, 2006 at 8:54 pm Leave a comment


Categories

  • Blogroll

  • Feeds


    Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.